" Catatan Sejarah Sang Wakil Gubernur JABAR"

Dede Yusuf, Pencinta Taekwondo

PENCAPAIAN seseorang semasa hidup, sangat tergantung pada sejarah yang dilaluinya. Momen-momen berharga yang menjadi titik tolak hidup seseorang, tidak jarang terjadi tanpa kita sadari.

Begitulah yang dialami Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf. Saat berusia lima belas tahun, secara tidak sengaja Dede merasa tertarik untuk mempelajari olah raga bela diri taekwondo. Setelah sekian tahun menggeluti olah raga asal Jepang ini, ketertarikan Dede berubah menjadi rasa cinta. Filosofi taekwondo mengenai pejuang sejati yang tak kenal menyerah dan putus asa, diakui Dede sebagai nilai-nilai yang membuatnya bisa tumbuh menjadi orang yang lebih baik.

"Saya bisa berdiri di sini karena taekwondo. Saya berlatih sejak umur lima belas tahun dan memahami filosofi taekwondo," katanya di hadapan tim Jabar yang akan berlaga pada Kejurnas Taekwondo 2009 di Magelang, Jateng, minggu depan.

Menurut Dede, nilai-nilai dalam seni bela diri taekwondo mengajarkannya untuk menjadi seseorang yang tangguh. Seorang taekwondoin sejati tidak pernah kalah dan selalu bangkit berdiri setiap kali jatuh tersungkur. Kepercayaan serta pemahaman mengenai hal inilah yang membuat Dede tak mengenal kata menyerah selama hidupnya. Setiap masalah yang dihadapi Dede justru membawanya ke tingkat kehidupan yang lebih tinggi dengan kualitas manusia yang lebih baik. Salah satu buktinya adalah keberhasilannya menduduki kursi Wagub Jabar.

"Saya berharap anak-anak muda zaman sekarang juga mau memahami apapun kegiatan yang sangat dicintainya. Ambil nilai-nilai positif, dan jadikan modal untuk meraih cita-cita. Dan ingat, selalu tetapkan target yang tinggi karena target yang tinggi akan membuat kita berusaha lebih keras lagi," ungkap mantan juara nasional ini mantap. (P-07)***Þ

Penulis:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar